Cara Backup Driver Windows dari Device Manager ke Flashdisk
2 Views

Backup driver merupakan salah satu langkah penting sebelum melakukan install ulang Windows, upgrade sistem, atau penggantian storage. Dengan memiliki salinan driver, kita dapat mengembalikan driver perangkat tanpa harus mencari dan mengunduhnya satu per satu dari internet.

Salah satu cara yang praktis adalah menyimpan driver yang sedang digunakan oleh Windows ke flashdisk.

1. Persiapan

Sebelum melakukan backup, siapkan:

  • PC/laptop Windows yang drivernya ingin dibackup

  • Flashdisk dengan kapasitas minimal 4 GB

  • Hak akses Administrator

  • Pastikan flashdisk sudah terdeteksi oleh Windows

Sebaiknya buat folder khusus pada flashdisk, misalnya:

DRIVER_BACKUP

Kemudian tambahkan nama komputer dan tanggal backup:

DRIVER_BACKUP
└── PC_ABC
    └── 2026-10-02

Struktur seperti ini akan memudahkan jika flashdisk digunakan untuk menyimpan backup dari beberapa komputer.


2. Mengetahui Driver yang Terpasang

Windows menyediakan Device Manager untuk melihat perangkat dan driver yang sedang digunakan.

Tekan:

Windows + X

Kemudian pilih:

Device Manager

atau tekan:

Windows + R

lalu ketik:

devmgmt.msc

Tekan Enter.

Pada Device Manager akan terlihat berbagai perangkat seperti:

  • Display adapters

  • Network adapters

  • Sound, video and game controllers

  • Bluetooth

  • USB controllers

  • Storage controllers

  • System devices

  • Ports (COM & LPT)

  • dan perangkat lainnya

Jika terdapat tanda kuning (!) atau tanda tanya (?), berarti terdapat perangkat yang drivernya bermasalah atau belum terpasang.


3. Hal Penting: Device Manager Tidak Memiliki Tombol "Backup Semua Driver"

Perlu diketahui bahwa Device Manager tidak menyediakan tombol langsung untuk melakukan backup seluruh driver.

Device Manager digunakan untuk:

  • melihat driver

  • update driver

  • uninstall driver

  • melihat informasi perangkat

  • melihat lokasi dan versi driver

Untuk melakukan backup driver secara massal, metode yang lebih tepat adalah menggunakan Command Prompt/PowerShell dengan DISM.

Jadi, meskipun kita menggunakan Device Manager untuk mengecek perangkat, proses backup driver dilakukan menggunakan tool bawaan Windows.


4. Backup Driver ke Flashdisk

Colokkan flashdisk ke komputer.

Misalnya Windows mendeteksi flashdisk sebagai:

E:

Buka Command Prompt sebagai Administrator.

Caranya:

  1. Klik Start

  2. Ketik:

cmd
  1. Klik kanan Command Prompt

  2. Pilih Run as administrator

Kemudian buat folder backup:

mkdir E:\DRIVER_BACKUP

Setelah itu jalankan:

dism /online /export-driver /destination:E:\DRIVER_BACKUP

Tunggu sampai proses selesai.

Jika berhasil, biasanya akan muncul pesan seperti:

The operation completed successfully.

Semua driver pihak ketiga yang tersedia pada Windows akan diekspor ke flashdisk.


5. Mengecek Hasil Backup

Buka flashdisk dan masuk ke:

E:\DRIVER_BACKUP

Biasanya akan terdapat banyak folder dengan nama seperti:

E:\DRIVER_BACKUP\amd64_...
E:\DRIVER_BACKUP\i386_...
E:\DRIVER_BACKUP\...

Di dalam masing-masing folder biasanya terdapat file:

.inf
.sys
.cat
.dll

Contohnya:

DRIVER_BACKUP
│
├── abc123
│   ├── driver.inf
│   ├── driver.sys
│   └── driver.cat
│
├── def456
│   ├── driver.inf
│   ├── driver.sys
│   └── driver.cat
│
└── ghi789
    ├── driver.inf
    └── driver.sys

Jangan mengubah atau menghapus file-file tersebut karena Windows membutuhkan struktur driver tersebut saat proses instalasi kembali.


6. Mengapa Sebaiknya Backup Driver Sebelum Install Ulang?

Hal ini sangat penting terutama pada komputer industri, PC mesin, HMI, atau komputer yang menggunakan perangkat khusus.

Contohnya:

  • LAN card khusus

  • Wi-Fi adapter

  • USB-to-Serial

  • RS232/RS485 converter

  • PLC communication adapter

  • Motion controller

  • Touchscreen

  • GPU

  • Audio device

  • USB device

  • Industrial Ethernet adapter

Setelah Windows di-install ulang, beberapa perangkat mungkin tidak langsung dikenali.

Dengan backup driver, kita dapat melakukan instalasi driver tanpa harus mencari driver tersebut kembali di internet.


7. Cara Restore Driver dari Flashdisk

Setelah Windows di-install ulang, colokkan kembali flashdisk.

Misalnya backup berada di:

E:\DRIVER_BACKUP

Buka:

Device Manager

Cari perangkat yang belum memiliki driver.

Biasanya perangkat tersebut berada di:

Other devices

dan memiliki tanda:

!

Klik kanan perangkat tersebut dan pilih:

Update driver

Pilih:

Browse my computer for drivers

Kemudian arahkan ke:

E:\DRIVER_BACKUP

Centang:

Include subfolders

Kemudian klik:

Next

Windows akan mencari file .inf di dalam folder backup dan menginstal driver yang sesuai.


8. Restore Banyak Driver Sekaligus

Jika terdapat banyak driver yang harus dikembalikan, kita juga dapat menggunakan Command Prompt sebagai Administrator.

Misalnya backup berada di:

E:\DRIVER_BACKUP

Jalankan:

pnputil /add-driver "E:\DRIVER_BACKUP\*.inf" /subdirs /install

Perintah tersebut akan mencari file .inf di dalam folder backup dan subfoldernya.

Setelah proses selesai, restart komputer:

shutdown /r /t 0

Setelah restart, periksa kembali:

Device Manager

Pastikan tidak ada perangkat penting yang masih memiliki tanda kuning.


9. Mengecek Driver Sebelum Backup

Sebelum melakukan backup, ada baiknya melakukan pengecekan melalui Device Manager.

Periksa terutama:

Network adapters

Pastikan driver:

  • LAN

  • Wi-Fi

  • Industrial Ethernet

tersedia.

Ports (COM & LPT)

Periksa perangkat seperti:

  • USB to RS232

  • USB to RS485

  • PLC communication cable

  • Barcode scanner

  • Serial converter

Universal Serial Bus controllers

Periksa perangkat USB yang digunakan oleh sistem.

Display adapters

Periksa driver VGA/GPU.

System devices

Bagian ini juga penting karena banyak driver chipset dan perangkat motherboard berada di sini.


10. Cara Mengetahui Driver yang Digunakan Perangkat Tertentu

Jika ingin mengetahui driver suatu perangkat melalui Device Manager:

  1. Buka Device Manager

  2. Klik kanan perangkat

  3. Pilih Properties

  4. Buka tab:

Driver

Di sana dapat dilihat informasi seperti:

Driver Provider
Driver Date
Driver Version
Driver Details

Contohnya:

Driver Provider : Intel
Driver Date     : 2025/...
Driver Version  : ...

Untuk melihat file driver yang digunakan, klik:

Driver Details

11. Jangan Hanya Mengandalkan Backup Driver

Backup driver sangat membantu, tetapi ada satu hal yang perlu diperhatikan.

Tidak semua software perangkat ikut ter-backup sebagai driver.

Misalnya suatu perangkat membutuhkan:

Driver
+
Configuration Software
+
Runtime
+
SDK
+
Utility

Perintah DISM hanya melakukan backup terhadap driver yang terpasang, bukan seluruh software pendukung perangkat.

Contohnya pada komputer industri mungkin terdapat:

PLC Programming Software
HMI Runtime
OPC Server
USB Driver
.NET Runtime
Visual C++ Runtime
Vendor Utility
Database
Configuration File

Software tersebut perlu dibackup atau didokumentasikan secara terpisah.


12. Rekomendasi Struktur Backup untuk PC Industri

Untuk PC yang digunakan sebagai HMI, mesin, server, atau sistem kontrol, sebaiknya flashdisk dibuat dengan struktur seperti berikut:

BACKUP_PC
│
├── 01_DRIVER
│   ├── 2026-10-02
│   └── README.txt
│
├── 02_SOFTWARE
│   ├── PLC
│   ├── HMI
│   └── COMMUNICATION
│
├── 03_CONFIGURATION
│   ├── Network
│   ├── Application
│   └── Device
│
├── 04_LICENSE
│
└── 05_DOCUMENTATION

Untuk backup driver:

BACKUP_PC
└── 01_DRIVER
    └── 2026-10-02
        ├── Driver_001
        ├── Driver_002
        ├── Driver_003
        └── ...

Tambahkan juga informasi komputer:

PC Model    : ...
Windows     : Windows 11 Pro
Architecture: 64-bit
Date        : 2026-10-02

13. Perintah Utama yang Perlu Diingat

Backup driver

dism /online /export-driver /destination:E:\DRIVER_BACKUP

Restore driver

pnputil /add-driver "E:\DRIVER_BACKUP\*.inf" /subdirs /install

Membuka Device Manager

devmgmt.msc

Restart komputer

shutdown /r /t 0

Kesimpulan

Backup driver sebelum melakukan install ulang Windows merupakan langkah sederhana tetapi sangat berguna, terutama pada PC industri dan komputer yang menggunakan perangkat khusus.

Cara yang direkomendasikan adalah:

Device Manager
      ↓
Cek semua perangkat
      ↓
Colokkan Flashdisk
      ↓
Buka CMD sebagai Administrator
      ↓
DISM Export Driver
      ↓
Driver tersimpan di Flashdisk
      ↓
Install ulang Windows
      ↓
Device Manager
      ↓
Update Driver
      ↓
Ambil driver dari Flashdisk

Perintah utama:

dism /online /export-driver /destination:E:\DRIVER_BACKUP

Dengan metode ini, driver yang sudah terpasang pada Windows dapat disimpan ke flashdisk dan digunakan kembali setelah proses instalasi ulang.

Catatan: sebelum menjalankan perintah, pastikan E: memang merupakan drive letter flashdisk. Drive letter bisa berbeda pada setiap komputer.

Komentar (0)

  • Belum ada komentar. Jadikan yang pertama!

Login untuk menulis komentar.