Kumpulan Pantun Betawi
74 Views

Pantun Betawi dan Maknanya

Pantun Betawi merupakan salah satu bentuk sastra lisan yang lekat dengan kehidupan masyarakat Betawi. Bahasanya khas, santai, jenaka, dan sering kali mengandung nasihat, sindiran, ungkapan cinta, serta gambaran kehidupan sehari-hari.

Berikut kumpulan pantun Betawi yang dilengkapi dengan makna pada setiap pantunnya.


1. Pantun Nasihat tentang Ibadah

Jalan-jalan ke Pasar Minggu,
Beli sayur sama terong.
Abang none yang ganteng cantik,
Jangan lupa ibadah sembahyang.

Makna: Mengingatkan kita untuk selalu taat beribadah dan tidak melupakan kewajiban agama meskipun sibuk dengan urusan duniawi.


2. Pantun Semangat dalam Kesulitan

Nyok kita pergi ke Tanah Abang,
Beli baju warna merah.
Walau hidup susah janganlah sedih,
Banyak-banyaklah kita tertawa.

Makna: Mengajak kita untuk tetap semangat dan ceria meskipun sedang menghadapi berbagai kesulitan dalam hidup.


3. Pantun Sindiran tentang Kejujuran

Kicang-kicung di kebun kangkung,
Siang hari dapat durian.
Gantengnya abang bikin kagum,
Tapi bohongnya minta diampun.

Makna: Sindiran halus kepada seseorang yang terlihat baik dan menarik, tetapi ternyata tidak jujur.


4. Pantun tentang Gosip

Stasiun Kota deket Glodok,
Kalau ke sana naik oplet.
Jangan suka ngomongin orang,
Nanti mulut berbisa kena getok.

Makna: Nasihat agar tidak suka membicarakan keburukan orang lain atau bergosip karena perkataan dapat menimbulkan masalah.


5. Pantun tentang Bahaya Narkoba

Ngebul asep dari cerobong,
Asapnya dari Kapuk.
Jangan suka pakai narkoba,
Nyesel belakangan, nyawa melayang.

Makna: Peringatan tentang bahaya penyalahgunaan narkoba yang dapat merusak kehidupan dan membahayakan keselamatan.


6. Pantun tentang Kriteria Pasangan

Ondel-ondel ngibing dangdut,
Igak-igok di pinggir kali.
Zaman sekarang cari istri,
Yang pintar masak yang dicari.

Makna: Menggambarkan pandangan tradisional mengenai pasangan yang diharapkan memiliki keterampilan mengurus rumah tangga.


7. Pantun tentang Ditinggalkan Saat Mengobrol

Pulangnya mampir ke Mester,
Jangan lupa beli ketoprak.
Sedang asyik kita ngobrol,
Eh, tahu-tahu loe udah ngacir.

Makna: Mengungkapkan rasa kecewa karena seseorang pergi secara tiba-tiba ketika percakapan sedang berlangsung dengan asyik.


8. Pantun tentang Kerja Keras

Batang pinang ditebang,
Jadi pagar kebun mentimun.
Jangan cuma ngandelin ganteng,
Pinter cari duit yang dipelukin.

Makna: Mengingatkan bahwa penampilan saja tidak cukup. Kemampuan bekerja keras dan mencari nafkah juga penting dalam kehidupan.


9. Pantun tentang Senyuman

Naik delman numpang goyang,
Mampir dulu ke Kemayoran.
Gede sumbing bikin senyum,
Bikin ade lupa daratan.

Makna: Pujian terhadap senyuman seseorang yang dianggap mampu membuat orang lain terpesona.


10. Pantun tentang Keterbukaan

Kalau jalan lewat Tambora,
Hati-hati banyak lubang.
Kalau mau bilang bilang aja,
Jangan dibikin pusing, ati sayang.

Makna: Mengajak seseorang untuk terus terang dan menyampaikan maksud dengan jelas tanpa berbelit-belit.


11. Pantun tentang Jangan Iri

Siang hari panas terik,
Minum es kelapa muda.
Jangan suka ngiri sama orang,
Hidup sendiri yang diselesaikan.

Makna: Mengajarkan agar tidak iri terhadap kehidupan atau keberhasilan orang lain dan lebih baik fokus memperbaiki kehidupan sendiri.


12. Pantun tentang Cinta Abadi

Main gasing di lapangan batu,
Putarnya kencang sekali.
Dari muda sampai tua,
Cintanya nggak pernah hilang.

Makna: Menggambarkan cinta yang tetap bertahan dan tidak mudah hilang meskipun waktu terus berjalan.


13. Pantun tentang Sifat Temperamental

Beli semangka di Pasar Ciledug,
Jangan lupa beli timun.
Jago ketawa, jago becanda,
Tapi kalau marah bawa golok.

Makna: Menggambarkan seseorang yang biasanya periang dan suka bercanda, tetapi dapat berubah menjadi pemarah ketika emosinya terpancing.


14. Pantun Pujian untuk None

Ngeliat none pakai kebaya,
Jalan pelan di Mangga Besar.
Hati siapa yang nggak senang,
Ngeliat none yang manis sekali.

Makna: Ungkapan kekaguman terhadap kecantikan dan pesona seorang perempuan.


15. Pantun tentang Sopan Santun

Nyebrang kali pakai getek,
Hati-hati jangan sampai jatuh.
Ngomong sama yang dah tua,
Jangan lupa bilang "Babe".

Makna: Mengajarkan pentingnya sopan santun dan menggunakan panggilan yang menunjukkan rasa hormat kepada orang yang lebih tua.


16. Pantun tentang Kedisiplinan Kerja

Makan sate di Senayan,
Dagingnya empuk, bumbunya enak.
Jangan cuma ngarepin gede gaji,
Kerja yang bener, jangan ngaret.

Makna: Mengingatkan agar seseorang tidak hanya mengharapkan gaji besar, tetapi juga harus bekerja dengan baik, bertanggung jawab, dan disiplin.


17. Pantun Sindiran Lucu

Ondel-ondel datang melenggok,
Anak-anak pada senang.
Badan gede, semok gede,
Tapi suaranya kayak cempreng.

Makna: Sindiran ringan dan lucu kepada seseorang yang memiliki tubuh besar tetapi suaranya terdengar kecil atau cempreng.


18. Pantun tentang Menjaga Perasaan

Jalan-jalan ke Monas,
Naik delman sore hari.
Jangan suka nyakitin ati,
Nanti loe yang nyesel sendiri.

Makna: Mengingatkan agar tidak menyakiti perasaan orang lain karena tindakan tersebut dapat menimbulkan penyesalan.


19. Pantun tentang Pasangan Serasi

Makan ketoprak di depan stasiun,
Lontongnya kenyal, sambelnya nendang.
Abangnya ganteng, nonenya cantik,
Cocok banget jadi penganten.

Makna: Pujian kepada sepasang kekasih yang dianggap serasi dan cocok untuk melanjutkan hubungan ke jenjang pernikahan.


20. Pantun tentang Kebersamaan

Ngumpul-ngumpul di teras rumah,
Ngomongin politik sama bola.
Hidup rame banyak sodara,
Itulah nikmatnya yang paling utama.

Makna: Menggambarkan kebahagiaan dalam kebersamaan bersama keluarga dan kerabat. Kehangatan hubungan dengan orang-orang terdekat menjadi salah satu hal berharga dalam kehidupan.


21. Pantun tentang Ojek Langganan

Beli gado-gado di Kebon Jeruk,
Porsinya banyak, harganya murce.
Abang ojek langganan ade,
Tiap hari lewat, cuma ngasih senyum.

Makna: Pantun bernuansa humor dan sedikit romantis tentang seseorang yang diam-diam memberikan perhatian melalui senyuman setiap hari.


22. Pantun Menunggu Tembakan Cinta

Ondel-ondel lagi ngedatengin,
Jalannya igak-igok, lucu banget.
Dari dulu gue tungguin,
Kapan loe nembak, jadi pacaran kite.

Makna: Ungkapan seseorang yang sudah lama menunggu kepastian cinta dari orang yang disukainya.


23. Pantun tentang Jangan Mengejek

Nyok numpang oplet ke Mester,
Opletnya rongsok, jalannya ngebut.
Jangan suka ngejek dan ngeledek,
Nanti ujungnya kite yang kesambet.

Makna: Mengingatkan agar tidak suka mengejek atau merendahkan orang lain karena perbuatan tersebut dapat berbalik menjadi masalah bagi diri sendiri.


24. Pantun tentang Mengendalikan Emosi

Main kipasan di Kebon Sirih,
Anginnya semriwing, adem sekali.
Jangan suka marah-marah nggak jelas,
Nanti dikira orang nggak waras.

Makna: Nasihat agar mampu mengendalikan emosi dan tidak mudah marah tanpa alasan yang jelas.


25. Pantun tentang Kejujuran

Makan kerak telor di Monas,
Dibungkus daun, nasinya hangat.
Kalau ngomong jangan asal,
Niat di hati jangan selingkuh.

Makna: Mengingatkan agar perkataan dan niat harus dijaga. Jangan berkata sembarangan dan jangan mengkhianati kepercayaan orang lain.


26. Pantun tentang Kerja Keras

Nyeberang kali pakai getek,
Geteknya bocor, was-was banget.
Jangan cuma ngandelin ganteng,
Kerja yang bener, biar idup tenang.

Makna: Mengingatkan bahwa penampilan bukanlah modal utama dalam kehidupan. Kerja keras dan tanggung jawab diperlukan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik.


27. Pantun tentang Jodoh

Nonton lenong di pinggir kali,
Lawakannya kocak, ngakak terus.
Abang ganteng, ade yang manis,
Cocok banget kite berdua disatuin.

Makna: Ungkapan rasa suka dan harapan agar dua orang yang dianggap serasi dapat menjadi pasangan.


28. Pantun tentang Silaturahmi

Jalan-jalan ke Pasar Senen,
Beli baju bekas, harganya miring.
Jangan suka pamer harta baru,
Silaturahmi sama tetangga jangan sampai putus.

Makna: Mengingatkan agar tidak terlalu suka memamerkan harta dan tetap menjaga hubungan baik dengan tetangga serta lingkungan sekitar.


29. Pantun tentang Mengungkapkan Cinta

Kicang-kicung di dalem haji,
Ngumpet-ngumpetan sama si Doel.
Malu-maluin kucing dijejerin,
Mau bilang cinta kok malu-malu.

Makna: Menggambarkan seseorang yang sebenarnya ingin mengungkapkan rasa cinta, tetapi masih merasa malu dan ragu untuk mengatakannya.


30. Pantun tentang Kejujuran dan Pertemanan

Siang-siang minum bir pletok,
Dingin-dingin, seger banget.
Jangan suka bohong dan nipu,
Nanti idup susah, ditinggal teman.

Makna: Mengingatkan bahwa kebohongan dan penipuan dapat merusak kepercayaan serta membuat seseorang kehilangan teman dan hubungan baik.



Komentar (0)

  • Belum ada komentar. Jadikan yang pertama!

Login untuk menulis komentar.